Washington,LiputanIslam.com-Juru bicara Gedung Putih menyatakan, ucapan Donald Trump yang mendukung WikiLeaks selama kampanye pilpres 2016 hanya “sebuah lelucon.”

Dilansir dari Russia Today, penangkapan pendiri situs WikiLeaks, Julian Assange, oleh pemerintah Inggris telah menyudutkan pemerintah AS. Sebab sebelum ini, presiden AS pernah memuji pembongkaran rahasia yang dilakukan WikiLeaks.

Saat kampanye pilpres AS 3 tahun lalu, Trump adalah salah satu pendukung aksi WikiLeaks. Terbongkarnya email-email Hillary Clinton (rival dari Demokrat) mendatangkan keuntungan bagi Trump dalam kampanye.

Menanggapi pembongkaran fakta yang dilakukan Assange, saat itu Trump berkata, dia mencintai WikiLeaks. Dia juga menyebut dokumen-dokumen Demokrat yang dibocorkan situs itu sebagai “harta karun berharga.”

“Kini setelah Assange ditahan atas tuduhan meretas sistem komputer kementerian pertahanan AS dan dokumen-dokumen rahasia lain, Trump merilis statemen berlawanan. Dia mengaku tidak tahu menahu soal WikiLeaks,”tulis Russia Today.

“Semua (statemen Trump) ini adalah lelucon dan joke,”kata Sarah Sanders, jubir Gedung Putih.

“Sangat jelas, Presiden (Trump) hanya bercanda soal ini selama kampanye pilpres 2016,”lanjutnya.

“Satu-satunya hal yang dituduhkan kejaksaan AS terhadap Assange adalah peretasan ke sistem komputer Pentagon pada 2010. Faktanya, kami adalah satu-satunya pihak yang menyikapinya secara serius dan mengambil tindakan untuk menanganinya.”

Assange, yang berlindung di kedutaan Ekuador sejak 2012 lalu, ditangkap polisi Inggris usai suakanya dicabut dan ia dikeluarkan dari kedutaan.

Kini dia terancam untuk diekstradisi ke AS, meski ia juga menghadapi tuduhan pelecehan seksual oleh pemerintah Swedia. Assange menepis tuduhan pemerintah Swedia dan menyebutnya hanya sebagai dalih untuk menangkapnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*