Turki,LiputanIslam.com—Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa Turki merencanakan serangan baru di wilayah Suriah yang dilanda perang, setelah Ankara secara resmi mengumumkan selesainya kampanye militer yang panjang di tanah Arab.

Erdogan mengatakan dalam pidatonya di wilayah Trabzon, dekat laut hitam, bahwa Turki akan segera meluncurkan operasi baru terhadap kelompok yang dianggap teroris oleh Ankara. Dia, bagaimanapun, tidak menentukan di mana operasi baru tersebut akan berlangsung.

“Operasi tahap pertama yang ia sebut sebagai “Euphrates Shield Operation” telah selesai. Namun, operasi-operasi lainnya akan segera dilaksanakan.” Erdogan menambahkan, “Tidak ada kata berhenti, jalan terus. Kami sedang membuat persiapan operasi-operasi baru di daerah lain untuk menangkap para teroris di bukit persembunyian mereka. Kami akan memberikan nama baru untuk operasi yang baru ini.”, Senin (3/4)

Pada kesempatan lain, Presiden Turki menekankan, “ Bulan-bulan berikutnya, dengan izin Allah, akan terjadi musim semi untuk bangsa Turki dan musim dingin hitam untuk para teroris.”

Perdana Menteri Turki, Binali Yildrim, mengumumkan akhir tujuh bulan kampanye militer panjang yang telah mereka lakukan di Suriah Utara.

Pada bulan Agustus 2016, Turki memulai intervensi militer sepihak di Suriah Utara. Nama kode operasi tersebut adalah Euphrates Shield Operation. Operasi ini dilakukan dengan mengirim tank-tank dan pesawat tempur untuk melintas perbatasan. Ankara mengklaim bahwa kampanye militer itu bertujuan untuk mendorong kelompok teroris takfiri Daesh dari perbatasan Turki dengan Suriah serta menghentikan pasukan Kurdi. Tetapi, Damaskus justru mengecam operasi tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran atas kedaulatan negaranya. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL