Ankara,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Jazeera, Recep Tayyip Erdogan mengklaim bahwa Iran melakukan kebijakan ekspansionisme berdasarkan fanatisme kesukuan Persia.

Presiden Turki ini mengatakan,”Kebijakan ekspansionisme yang digunakan Iran membuat kami terusik dan terganggu.”

Dalam wawancara ini, Erdogan juga menyebut bahwa apa yang terjadi di Suriah adalah bentuk pemecahbelahan negara ini. Dia mengklaim, tak satu pun pihak yang memikirkan persatuan di Suriah.

Terkait kondisi Irak, dia juga mengaku prihatin atas segala peristiwa di negeri tersebut. Erdogan mengklaim, Turki menyikapi situasi di Irak bukan berdasarkan fanatisme mazhab atau kesukuan.

Menanggapi hasil referendum Turki dan tuduhan “diktator” yang dialamatkan kepadanya, Erdogan mengatakan,”Diktator tak akan muncul dari kotak suara. Kami hanya mengikuti hasil dari kotak-kotak suara.”

Beberapa waktu lalu, Erdogan merayakan kemenangannya dalam referendum mengenai perluasan kewenangannya. Kampanye ‘Yes’ Erdogan mendapat sekitar 51 persen suara. Sementara ‘No’ kalah dengan angka tipis.

Setelah pengumuman suara keluar, ribuan demonstran turun ke jalanan Istanbul untuk memprotes hasil suara. Mereka membawa spanduk bertuliskan “’No’, kami menang” dan “’No’ menang.” Belasan demonstran dilaporkan ditangkap oleh polisi Turki.(af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL