Ankara,LiputanIslam.com-Kamis (2/2) setelah mengadakan perundingan dengan Erdogan, Angela Merkel dalam konferensi pers bersama menggunakan ungkapan “terorisme Islami.” Frasa ini ini memicu reaksi Erdogan sehingga dia meminta Merkel tidak mengulanginya kembali.

Dalam konferensi pers tersebut, Merkel berkata,”Kami telah berbicara panjang terkait terorisme Islami dan segala bentuk terorisme, juga terorisme Partai Buruh Kurdistan.”

Erdogan merespons ucapan Merkel dengan mengatakan,”Ungkapan ‘terorisme Islami’ tidak benar. Ini akan menyinggung hati Umat Muslim, sebab tidak ada kaitan antara Islam dan terorisme.”

“Tidak benar menggunakan frasa ‘terorisme Islami’ karena kejahatan yang dilakukan ISIS. Kami berharap ungkapan semacam ini tidak digunakan lagi. Andai ada yang menggunakannya, kami harus menentang dan memprotesnya. Sebagai presiden negara muslim, saya menolak ungkapan ini,”demikian Erdogan menambahkan.

Merkel juga menyinggung soal reformasi UUD Turki. Dia menyatakan, pembenahan yang diusulkan partai penguasa juga harus meliputi pasal-pasal kebebasan media dan kebebasan berekspresi.

Erdogan menimpali dengan mengatakan bahwa tak ada yang mengancam kebebasan media di negaranya.

Ini adalah kunjungan pertama Merkel ke Ankara pasca kudeta Juli 2016 di Turki. Sejumlah tokoh politik Jerman menentang kunjungan Merkel ke ibukota Turki ini. Menurut mereka, tujuan Erdogan merubah UUD Turki adalah demi melegalkan kecenderungan diktatorisnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL