New Delhi,LiputanIslam.com—Petugas kepolisian India mengatakan bahwa empat orang petugasnya telah tewas oleh serangan bom kelompok militant di daerah Kashmir, New Delhi. Polisi tersebut melaporkan bahwa ledakan besar tersebut mengincar pos patroli kepolisian di Kota Sopore, wilayah Jammu dan Kashmir.

Insiden itu terjadi saat jalan-jalan di kota sedang sepi dan toko-toko di pinggir kota sedang tutup, untuk memperingati pembantaian yang terjadi pada tahun 1993. Dalam pembantaian itu, tantara pemerintah India membunuh setidaknya 47 orang, setelah seorang tantara india tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh pasukan pro-kemerdekaan.

Sebelumnya, aksi mogok terjadi di Sopore dan dipimpin oleh kelompok pro-kemerdekaan yang secara keras menentang klaim India atas kedaulatan wilayah Himalaya. Wilayah Himalaya merupakan wilayah berpenduduk mayoritas Muslim.

Kota Sopore telah dilanda ketegangan dan dijaga ketat oleh polisi India dan pasukan paramiliter yang berpatroli di wilayah tersebut untuk mengantisipasi demonstrasi dan bentrokan anti-India.

Menurut pejabat kepolisian setempat, setengah lusin tempat usaha tutup dan rusak akibat ledakan tersebut.

Surat Kabar berbahasa Inggris, Greater Kashmir, melaporkan bahwa Kelompok Jaish-e-Mohammed (Jem) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.

Sejak 1989, sejumlah kelompok bersenjata di India sedang bertempur melawan militer dan polisi India yang bertugas di wilayah Himalaya.

Lebih dari setengah juta pasukan India telah ditempatkan di Kashmir sejak tahun lalu, saat kelompok militant menyeru agar wilayah Himalaya merdeka. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL