Britain,LiputanIslam.com—Laporan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah 4 juta anak atau tiga dari 10 anak di Britain hidup dalam keadaan miskin. Angka ini diperkirakan akan mengalami peningkatan dalam skala jutaan dalam 10 tahun ke depan.

Sebuah laporan yang mengejutkan telah dirilis pada Kamis, (11/05), oleh Komunitas Peduli Terhadap Kesehatan Anak (RCPCH) dan Komunitas Aksi Kemiskinan Anak (CPAG).

Laporan yang didasarkan atas survei terhadap 250 dokter anak di Britain itu menyebutkan bahwa kemiskinan memiliki dampak “yang merusak” kesehatan anak-anak Inggris.

Dokumen tersebut memperingatkan, mengutip ucapan para dokter, bahwa orang tua yang miskin cenderung untuk menghemat susu dan makanan, serta membesarkan anak-anak mereka di rumah-rumah yang lembab.

Tiga dari lima dokter mengatakan bahwa ketidakamanan pangan serta ketidakmampuan orang-orang untuk membeli makanan yang cukup akan berdampak pada kesehatan anak.

“Saya melihat banyak pasien memiliki gizi yang buruk karena kemiskinan atau pendapatan yang rendah, dengan pertumbuhan di bawah perkiraan,” kata seorang dokter anak. Sementara dokter lainnya menambahkan,” Orang tua memilih untuk mencairkan susu, karena mereka tidak mampu membeli susu formula.”

“Kami melihat para orang tua seringkali membatasi jatah makan mereka hanya untuk merawat anak-anak mereka. Karena itu, anak-anak pun menjadi khawatir, takut, dan kesal,” catat salah satu dokter.

Para dokter menyatakan bahwa banyak orang tua yang menghilangkan jatah makan mereka sendiri, sementara beberapa lainnya bahkan tidak mampu membeli pakaian, sikat gigi, atau pasta gigi.

“Perumahan yang dingin, lembab, dan padat dapat menyebabkan penyakit pernafasan serta berbagai kondisi buruk lainnya,” ucap dokter tersebut.

Para dokter juga mengatakan bahwa kemiskinan juga berdampak pada kesehatan mental anak, karena “kekhawatiran, stres, dan rasa gelisah” dapat merampas sebagian kecil dari masa kanak-kanak mereka.

“Masa kecil yang seharusnya mereka habiskan untuk belajar dan bermain, justru terbuang karena kekhawatiran tersebut,” tambah mereka.

Berdasarkan atas berbagai laporan, antara 4 juta hingga 13 juta orang di Inggris hidup di bawah garis kemiskinan.

Tetapi, pemerintah Inggris justru berencana untuk mengurangi tunjangan kesejahteraan dan menerapkan reformasi perpajakan, yang mungkin akan menyebabkan lebih banyak anak terjerumus dalam kemiskinan mutlak dalam lima tahun ke depan.

Berdasarkan atas laporan yang dirilis oleh Institute for Fiscal Studies (IFS) pada Maret lalu, bahwa jumlah anak-anak yang hidup dalam kemiskinan kemungkinan akan meningkat menjadi sekitar 30 persen pada tahun 2022.

IFS memperkirakan jumlah anak-anak yang terperangkap dalam kemiskinan akan meningkat dari 900.000 menjadi 5,1 juta pada tahun 2022. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL