Potret puing-puing rumah yang hancur akibat serangan koalisi militer Arab Saudi di Yaman.

LiputanIslam.com—Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi masih tetap memberlakukan invasi militernya terhadap Yaman. Puluhan ribu nyawa warga Yaman telah melayang, dan saat ini, jutaan warga Yaman menderita kelaparan akut. Tak berhenti di situ saja, agresi militer terhadap Yaman itu juga telah melahirkan banyak persoalan baru, seperti munculnya wabah kolera yang disebut-sebut sebagai wabah terburuk sepanjang sejarah.

Berbagai bantuan jangka pendek, seperti makanan, obat-obatan, dan lain sebagainya nyatanya tidak mampu mencukupi kebutuhan warga Yaman. Sebab, berbagai fasilitas yang ada serta mata pencaharian warga Yaman juga telah hancur oleh rudal-rudal militer Arab Saudi. Singkatnya, krisis kemanusiaan yang saat ini melanda Yaman sudah sampai pada level yang sangat mengkhawatirkan. Satu-satunya jalan untuk memulihkan keadaan tersebut adalah dengan menghentikan agresi militer ke Yaman. Sebab Arab Saudi, berdasarkan atas hukum internasional, tidak berhak ikut campur terhadap konflik internal di Yaman, apalagi melakukan agresi militer ke negara itu.

Pasal 51 piagam PBB menyebutkan bahwa sebuah negara tidak boleh memerangi negara lain tanpa mendapatkan izin dari Dewan Keamanan PBB. Arab Saudi telah melanggar pasal tersebut, karena telah memerangi salah satu negara anggota PBB (Yaman) tanpa izin dari DK PBB. Atas dasar itu, agresi militer Arab Saudi ke Yaman adalah tindakan illegal. Berbagai organisasi HAM dunia telah mengecam keras agresi militer itu dan menuntut agar tindakan bar-bar tersebut segera dihentikan. Tapi mengapa Arab Saudi tetap ngotot melakukan invasi ke Yaman?

MELIMPAHNYA SUMBER MINYAK DI YAMAN

Yaman memang tergolong sebagai negara kecil, tetapi siapa sangka, negara kecil itu ternyata memiliki cadangan minyak yang begitu besar. Bahkan ada yang menyebut cadangan minyak Yaman saja bisa memenuhi kebutuhan minyak dunia. Ungkapan ini bukanlah omong kosong. Laporan USGS tahun 2002 telah menyebutkan hal itu. Bahkan, tulis laporan tersebut, di sela-sela bebatuan pun tersimpan cadangan minyak yang begitu besar. Terdapat 50 kilang minyak produktif dengan kualitas dunia ada di Yaman. Cadangan minyak yang melimpah ruah ini ditambah lagi dengan cadangan gas alam yang mencapai 19 triliun kaki kubik. Perlu dicatat juga bahwa Yaman terhitung sebagai negara Arab produsen emas ke-6 dunia.

Segala kekayaan yang tersimpan di Yaman ini adalah faktor yang membuat Arab Saudi tetap ngotot untuk mempertahankan kekuasaannya atas Yaman. Tetapi sayangnya, ‘hijaunya’ mata pemerintah Arab Saudi saat menakar kekayaan alam Yaman itu telah membuat ia buta terhadap jutaan manusia di Yaman yang saat ini menderita akibat agresi militer yang ia lakukan.

Beberapa hari lalu, beredar informasi tentang pembangunan jalur pipa minyak melintasi Yaman hingga Laut Arab oleh pemerintah Arab Saudi. Arab Saudi berkepentingan untuk membangun jalur pipa minyak melewati Yaman agar nantinya tidak lagi tergantung pada Selat Hormus yang berada di bawah kekuasaan Iran, rival Arab Saudi. Ketegangan demi ketegangan yang terjadi antara Arab Saudi dengan Iran, semakin memperkuat keinginan Arab Saudi untuk menguasai Yaman, agar nantinya tidak lagi tergantung pada Iran.

Berdasarkan atas keterangan di atas, tahulah kita bahwa Yaman memiliki arti yang begitu penting bagi Arab Saudi dan negara itu akan melakukan segala cara untuk tetap berkuasa atas Yaman, meski harus melanggar segudang aturan yang berlaku.(fd)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*