Riyadh,LiputanIslam.com-Pemerintah Saudi mengumumkan, pihaknya akan mengantisipasi kemungkinan kelangkaan minyak sebagai dampak keluarnya AS dari JCPOA dan diberlakukannya embargo atas Iran.

Seorang pejabat kementerian energi Saudi mengatakan, Riyadh menganggap pihaknya berkomitmen untuk mendukung stabilitas pasar minyak dunia, kepentingan para produsen dan konsumen, serta pertumbuhan ekonomi dunia.

“Oleh karena itu, Saudi akan bekerjasama dengan para produsen dan konsumen besar di luar atau di dalam OPEC. Tujuannya adalah mencegah dampak berkurangnya pasokan minyak akibat keluarnya AS dari JCPOA,”kata pejabat tersebut, sebagaimana dikutip kantor berita Saudi, WAS.

Langkah Trump untuk keluar dari JCPOA didukung secara serempak oleh Israel, Saudi, UEA, dan Bahrain.

Di sisi lain, staf kebijakan luar negeri Uni Eropa menyuarakan penentangannya terhadap keputusan Trump. Federica Mogherini menyatakan, UE akan tetap menjalin kerjasama dengan Iran terkait kesepakatan nuklir.

Tiga negara besar Eropa, yaitu Jerman, Inggris, dan Prancis juga menyatakan akan tetap bertahan di JCPOA.

Mantan presiden AS, Barrack Obama, menyebut tindakan Trump sebagai kesalahan besar. John Kerry, mantan menlu AS, juga mengatakan, dengan keluar dari JCPOA, Trump beralih dari kondisi tanpa krisis menuju krisis.

Menanggapi keputusan AS, presiden Iran menegaskan akan melanjutkan kesepakatan dengan lima negara tersisa. Hassan Rouhani mengatakan, jika Iran tidak memperoleh keuntungan dari JCPOA, Teheran akan mengambil langkah yang diperlukan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL