Manila,LiputanIslam.com-Menurut laporan AFP, presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menganggap para penyusun UU di Eropa sebagai “orang gila.” Pernyataan ini disampaikan Duterte menyusul kecaman Eropa terhadap programnya dalam memerangi para penyelundup narkoba.

Hal ini dilontarkan Duterte dalam sebuah pidato berapi-api di Myanmar. Pekan lalu, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang mengecam “banyaknya korban tewas secara ilegal” dalam pembasmian narkoba oleh Duterte.

“Saya tidak memahami orang-orang gila ini. Kenapa kalian memaksakan kehendak atas kami? Kenapa kalian tidak mengurus pekerjaan kalian?”ujar Duterte.

Setelah menjadi presiden di pertengahan tahun lalu, Duterte memulai program perang besar-besaran melawan penyelundupan narkoba. Hingga kini, polisi Filipina telah membunuh 2500 penyelundup narkoba. Sedangkan menurut laporan kelompok pembela HAM, jumlah korban mencapai 5000 orang. Amnesti Internasional dan pengawas HAM memperingatkan adanya kemungkinan Duterte memimpin aksi kejahatan atas kemanusiaan.

Minggu (19/3), Duterte mengatakan,”Akan ada lebih banyak orang yang mati. Sudah saya tegaskan bahwa saya tak akan berhenti. Saya akan melanjutkan pekerjaan ini sampai penyelundup terakhir narkoba di Filipina tewas dan jalanan bebas dari para pengedar obat bius.”

Dalam resolusinya, Parlemen Eropa meminta Dewan HAM PBB menyelidiki program pembasmian narkoba Filipina. Mereka menyatakan khawatir atas upaya Duterte untuk kembali memberlakukan hukuman mati. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL