Sanaa,LiputanIslam.com-Utusan khusus PBB untuk urusan Yaman, mengungkapkan kekhawatirannya atas perkembangan yang terjadi Kamis (10/1) dan “meningkatnya kontak senjata di Yaman.”

Yang dimaksud Martin Griffiths adalah serangan nirawak Ansharullah ke pangkalan udara pasukan agresor yang berafiliasi kepada Mansour Hadi (presiden tersingkir Yaman). Serangan ke pangkalan al-Anad tersebut menewaskan dan melukai puluhan antek koalisi Saudi, termasuk sejumlah komandan.

Melalui Twitter, Griffiths meminta semua pihak Yaman yang terlibat konflik “untuk menahan diri, menghindari kontak senjata, dan menyiapkan lahan yang tepat untuk memulai perundingan damai.”

Yang perlu dicamkan adalah dualisme para wakil PBB atau para pengklaim upaya untuk mengakhiri krisis Yaman. Ketika terjadi serangan biadab jet-jet koalisi terhadap wanita dan anak-anak Yaman, mereka kerap kali memilih bungkam. Namun saat para pejuang Yaman membalas serangan-serangan tersebut, dengan fasilitas ala kadar yang dimiliki dan itu pun ditujukan kepada awak militer musuh, mereka selalu menyeru kedua pihak “untuk menahan diri.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*