TelAviv,LiputanIslam.com-Menjelang keputusan AS terkait JCPOA, upaya-upaya untuk menyudutkan Iran terus dilakukan. Setelah Netanyahu mengklaim memiliki bukti bahwa Iran membuat senjata nuklir, kini seorang pejabat intelijen Israel mengaku Mossad telah melakukan operasi rahasia di Iran dan mencuri dokumen-dokumen terkait.

Dalam wawancara dengan New York Times, pejabat anonim ini mengklaim, Mossad pada tahun 2016 menyingkap dan memantau tempat tersembunyi ‘penyimpanan dokumen-dokumen rahasia program nuklir Iran.’

Dalam kelanjutan narasi ala James Bond-nya, pejabat ini bercerita bahwa tim Mossad menyelinap ke tempat tersebut pada suatu malam dan mencuri sekira setengah ton bukti untuk kemudian dibawa ke Israel malam itu juga.

Menurutnya, bukti-bukti yang ditunjukkan Netanyahu baru-baru ini adalah sebagian dari bukti-bukti curian tersebut.

Dia juga mengklaim, lawatan Yossi Cohen (kepala Mossad) ke AS pada Januari lalu dilakukan guna memberitahu Trump ihwal misi intelijen ini.

Terkait jeda waktu yang lama antara pencurian bukti hingga pementasannya oleh Netanyahu, pejabat itu beralasan bahwa analisis bukti-bukti tersebut memakan banyak waktu, sebab sebagian besar bukti itu dalam bahasa Parsi.

Klaim bahwa tempat penyimpanan rahasia itu ditemukan pada tahun 2016 bertolak belakang dengan pernyataan PM Israel. Netanyahu dalam penampilannya malam lalu mengklaim, tempat tersebut disingkap pada tahun 2017!

Dagelan Netanyahu terkait program nuklir Iran dilakukan sehari usai pertemuannya dengan Mike Pompeo, menlu baru AS, di Tel Aviv. Pernyataan-pernyataan PM Israel disinyalir sebagai upaya untuk memengaruhi keputusan Trump soal JCPOA pada 12 Mei mendatang. (af/yjc)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL