trump

Trump bersama Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Washington, LiputanIslam.com — Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak mempunyai pilihan apapun selain menutup masjid-masjid. Menurutnya, masjid merupakan tempat terjadinya sesuatu yang buruk. Pernyataannya ini disampaikan sebagai reaksi atas serangan teroris di Paris.

“Tidak ada satupun orang yang menghendaki institusi keagamaan ditiadakan, tapi Anda memahami hal itu, dan banyak orang juga paham akan hal itu. Kita tidak punya pilihan lain,” ujarnya, seperti dilansir Presstv, (19/11/2015).

“Beberapa hal yang buruk telah terjadi begitu cepat,” tambahnya.

Trump menyatakan bahwa ia benar-benar mempertimbangkan melakukan penutupan terhadap masjid-masjid sebagai reaksi atas serangan di Paris pada Jumat lalu, yang telah menewaskan dan melukai ratusan orang. Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab terhadap serangan tersebut.

Namun beberapa pengamat independen AS, seperti Paul Craig Roberts, mantan pejabat Gedung Putih menuduh bahwa serangan di Paris adalah operasi bendera palsu, yang bertujuan untuk semakin leluasa mengintervensi Suriah.

Pernyataan Trump yang menghendaki penutupan masjid, oleh Mark Glenn, pengamat politik AS, disebut sebagai hal yang hipokrit. Glenn bahkan menyebut bahwa Trup tidak memiliki kelayakan sebagai seorang presiden.

Jika terpilih sebagai Presiden AS, Trump bersumpah akan memperjuangkan konstitusi. Bagian pertama yang diamandemen olehnya adalah memberikan batasan-batasan bagi pemeluk agama. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL