PBBGolan, LiputanIslam.com — Dewan Keamanan PBB (DK PBB) menolak klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut bahwa Israel tidak akan pernah melepaskan Dataran Tinggi Golan yang didudukinya.

“Anggota DK PBB menyatakan keprihatinan yang mendalam soal pernyataaan Israel terbaru tentang Golan. Kami tekankan bahwa status Golan tidak berubah,” jelas Duta Tiongkok untuk PBB, Liu Jieyi, di New York, seperti dilansir Press TV (27/4/2016).

Liu mengulangi keputusan DK PBB tahun 1981, bahwa resolusi no. 497 menyebutkan bahwa langkah Israel memaksakan hukum-hukum, yurisdiksi, dan administrasi untuk menduduki Golan yang merupakan wilayah Suriah, batal atas nama hukum, dan tidak diakui oleh internasional. DK PBB mendukung solusi damai untuk masalah ini, dan sejak tahun 1974, PBB membentuk misi penjaga perdamaian di Golan yang memantau perbatasan.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu Netanyahu memboyong anggota kabinetnya untuk mengadakan rapat di Golan. Ia meminta agar masyarakat internasional mengakui bahwa Golan adalah milik Israel untuk selamanya

“Apapun yang terjadi di sisi lain perbatasan, tidak mempengaruhi perbatasan itu sendiri. Kedua, setelah 50 tahun berlalu sudah saatnya masyarakat internasional menyadari bahwa Golan berada di bawah kedaulatan Israel,” ucap Netanyahu kala itu.

Israel merebut dan menduduki Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967, namun entitas Zionis ini tidak pernah mendapatkan pengakuan dari masyarakat internasional. Netanyahu mengklaim, bahwa pihaknya hanya menggunakan Golan untuk mempromosikan perdamaian, namun faktanya saat perang Suriah berkecamuk, Israel mendirikan rumah sakit untuk membantu para teroris Suriah yang terluka. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL