NewYork,LiputanIslam.com-Dewan Keamanan PBB berencana mengadakan sidang darurat pada hari ini (Senin, 26/11). Sidang ini diadakan guna membahas tindakan Rusia yang menghentikan tiga kapal AL Ukraina di selat dekat Semenanjung Krimea.

Rusia pada Minggu (25/11) telah mengkonfirmasi berita pencekalan dan pemeriksaan kapal-kapal Ukraina tersebut. Kapal-kapal itu dicekal karena dianggap memasuki perairan Rusia secara ilegal.

Media-media memberitakan, usai terjadinya kontak senjata antara kapal-kapal Rusia dan Ukraina, Dewan Keamanan Nasional dan Pertahanan Ukraina segera mengadakan pertemuan dengan Presiden Petro Poroshenko.

Usai pertemuan itu, Poroshenko mengaku telah mengusulkan kepada parlemen Ukraina untuk mengumumkan situasi pemerintahan militer.

Dengan diberlakukannya situasi pemerintahan militer, maka kebebasan sipil akan dibatasi dan badan-badan pemerintah diberi lebih banyak wewenang.

Ukraina pada hari Minggu menuduh Rusia menembaki sejumlah kapalnya di Selat Kerch. Kiev mengklaim, kapal-kapalnya balas menembak karena diserang terlebih dahulu.

Ukraina juga telah meningkatkan level peringatan militer di kota Donetsk, serta meminta DK PBB untuk segera mengadakan rapat darurat.

Menurut televisi pemerintah Rusia, sejumlah pihak di Washington berusaha mengganggu rencana pertemuan Putin dan Trump dengan memicu ketegangan di kawasan. Putin dan Trump direncanakan bertemu di sela-sela Rapat G-20 di Argentina. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*