Sanaa,LiputanIslam.com-Muhammad Ali al-Houthi, ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, mengutarakan pendapatnya tentang veto resolusi yang diusung Inggris di DK PBB.

Dalam akun Twitter-nya, al-Houthi menulis, divetonya resolusi Inggris oleh Rusia adalah kekalahan politis bagi AS dan Saudi.

“Ini adalah awal terhapusnya dominasi AS terkait krisis Yaman. Hal ini terjadi saat negara-negara agresor selama satu tahun terakhir berusaha mengirimkan sisa-sisa rudal Yaman ke Amerika, juga mengundang para wakil DK PBB untuk menyaksikannya, serta membuat laporan amatir yang disusun oleh ‘para pakar,’”tulis al-Houthi.

“Mereka telah menantikan hari ini, namun uang mereka hanya mendatangkan kegagalan politik di hadapan mata dunia. Ini adalah akibat dari kejahatan memalukan mereka terhadap rakyat Yaman.”

DK PBB pada Senin kemarin (26/2) mengadakan pertemuan untuk membahas dua draft resolusi atas Yaman.

Draft pertama diusulkan Inggris yang bertujuan untuk menekan Iran, sebab Teheran dituduh mengirim senjata untuk Ansharullah. Namun draft ini diveto oleh Rusia.

Draft kedua diusung oleh Rusia yang berisi perpanjangan embargo senjata atas Yaman hingga Februari 2019. Draft ini disahkan setelah memperoleh 15 suara.

Di awal pertemuan tersebut, wakil Inggris menuduh Iran melanggar pasal resolusi 2216 DK PBB karena dianggap mengirim senjata ke Yaman. (af/alalam)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*