Baghdad,LiputanIslam.com-Seiring diumumkannya pembangunan sebuah perkampungan atlet oleh raja Saudi di Irak, fraksi Sodiqun di parlemen negara itu menentang penamaan tempat-tempat di Irak dengan nama petinggi Saudi.

Statemen ini disampaikan Hasan Salim, anggota parlemen dari fraksi Sodiqun. Dia menegaskan, kelompok muqawamah Irak, terutama Ashaib Ahl al-Haq dan fraksinya di parlemen, menolak penamaan tempat olahraga atau nonolahraga dengan nama pemimpin Saudi.

“Tangan dinasti Saud berlumuran darah rakyat tak berdosa Irak. Pembangunan stadiun di Irak oleh mereka yang terlibat terorisme, dan yang mutakhir adalah pembunuhan Jamal Khashoggi, adalah bentuk “kebenaran yang dimaksudkan untuk kebatilan”,”kata Salim.

“Kami menentang penamaan komplek olahraga dengan nama Raja Salman atau Bin Salman, yang telah menyebabkan kejahatan seperti pemboman dan pembunuhan di Irak,”tambahnya.

Salim menegaskan, jika diperlukan, parlemen akan turun tangan untuk mencegah dinamakannya tempat-tempat di Irak dengan nama petinggi Saudi.

Dalam lawatan delegasi besar Saudi, meliputi lebih dari 100 pegiat bisnis dan 9 menteri, dua negara dikabarkan mencapai sejumlah kesepakatan, di antaranya pembangunan sebuah komplek olahraga di Baghdad dengan dana hibah semilyar dolar dari Saudi.

Aktivis dan partai-partai politik Irak menanggapi negatif lawatan delegasi Saudi itu, lantaran dukungan Riyadh terhadap terorisme dan ISIS di Irak. Namun pemerintah Irak menyatakan, penguatan hubungan dengan semua negara-negara Islam, Arab, dan tetangga adalah bagian dari strategi pemerintah. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*