Washington,LiputanIslam.com-Seorang pejabat tinggi PBB mengundurkan diri menyusul tekanan atas dirinya untuk menarik laporannya tentang Israel. Dalam laporannya, ia menyebut Israel sebagai “rezim apartheid.”

Khalaf diangkat menjadi ketua Komisi Sosial-Ekonomi Asia Barat PBB di masa jabatan Ban Ki Moon, sekjen PBB sebelum Guterres. Ia mengatakan,”Sekjen (Guterres) meminta saya untuk menarik laporan ini. Saya memintanya untuk mengkaji ulang pandangannya. Maka saya pun mengajukan pengunduran diri kepada PBB.”

Menurut laporan, Guterres langsung menyetujui pengunduran diri Khalaf.

Dalam laporannya, disebutkan bahwa Israel menciptakan “rezim apartheid” yang menguasai seluruh warga Palestina.

Stephane Dujarric, jubir PBB, membela keputusan Guterres dengan mengatakan,”Sekjen tidak ingin para staf dan pejabat tinggi PBB mempublikasikan laporan tanpa berkonsultasi dengan pihak yang layak atau beliau (Guterres) sendiri.”

Dujarric menyatakan, laporan Khalaf dibuat tanpa berkonsultasi dengan kesekretariatan PBB terlebih dahulu. Ia mengklaim, laporan ini dicabut bukan karena isinya, tapi karena laporan ini tidak melalui proses birokrasi yang semestinya.

“Sudah diduga bahwa Israel dan para sekutunya akan menekan Sekjen PBB untuk mencabut laporan ini,”ungkap Khalaf.

Rabu (15/3), Amerika telah meminta dari Guterres untuk menarik laporan yang menghujat Israel ini. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL