Tikrit, LiputanIslam.com — Kondisi kawanan teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) semakin terdesak. Operasi militer yang dilakukan oleh tentara dan Pasukan Populer Irak (Popular Mobilization) di berbagai tempat di Irak berhasil memukul mundur teroris ISIS.

Rabu kemarin, total 54 anggota ISIS tewas setelah jet tempur Irak melancarkan serangan bertubi-tubi di kawasan Makhoul Mountains, yang terletak sekitar 40 km dari Tikrit.

Sumber-sumber militer Irak juga menyebutkan, tentara Irak juga melakukan operasi di Anbar, dan berhasil menewaskan 40 anggota ISIS.

Lima mobil bermuatan bom, yang sedianya akan digunakan ISIS untuk menyerang tentara Irak di area Albu Dhiyab dan Albu Faraj, juga berhasil dihancurkan, sebagaimana dilansir Presstv, (19/11/2015).

Di tempat terpisah, Pasukan Populer Irak juga berhasil menguasai desa Qaryat al-Atiq dan Qaryat al-Rawabi, yang terletak di kaki bukit pegunungan Hamrin. Wilayah ini terletak di provinsi Kirkuk, dan memiliki cadangan minyak yang melimpah.

Pengamat: ISIS Masih Salah Kaprah Soal Jihad

Pengamat terorisme Universitas Malikussaleh, Al Chaidar, mengatakan selain mendapatkan penghasilan besar, ideologi masih menjadi dasar utama warga Indonesia bergabung dengan ISIS. “Mereka memiliki semangat berperang demi jihad,” ujarnya, seperti dilansir Republika, (19/11/2015)

Persepsi surga bagi anggota ISIS hanya mampu didapatkan melalui satu pintu yakni jihad berperang. Padahal untuk mencapai surga banyak jalan yang dapat dilalui. Bahkan secara terang-terangan ISIS di Indonesia melakukan rekrutmen di berbagai daerah.

Mereka melakukan baiat di setiap universitas dan di kota-kota besar. Mereka sebagian besar yang tergabung ISIS adalah mantan anggota Al-Qaeda. Namun beberapa kelompok radikal lain masih menilai ISIS menyalahi aturan keyakinan Islam.

Karena tindakan ISIS terlalu kejam dan bersifat ghuluw (melakukan tindakan secara berlebih-lebihan). Ditambah lagi, ISIS sering sekali mengkafirkan pihak yang tak sepaham dengan mereka meski sesama muslim. ISIS juga masih dicurigai sebagai alat propaganda AS. Sehingga kemurnian aktivitas jihadnya masih diragukan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL