Kairo,LiputanIslam.com-Pemilihan presiden Mesir diadakan kemarin, Senin (26/3), namun tidak terlihat barisan panjang para pemberi suara. Partisipasi generasi muda di pilpres kali ini juga terlihat sangat minim, demikian dilaporkan Rai al-Youm.

Kebanyakan tempat pemungutan suara di Kairo dikabarkan sepi dari warga.

Beberapa jam setelah pemungutan suara dimulai, tempat-tempat pemungutan suara bisa dikatakan kosong. Hanya terlihat beberapa pria dan wanita dan kebanyakan mereka pun adalah para wanita lanjut usia. Kehadiran kawula muda nyaris tidak terlihat dalam pilpres kemarin.

Para pendukung Abdul Fatah el-Sisi (presiden Mesir saat ini) hadir di tempat-tempat pemungutan suara dengan mengenakan pakaian bergambar kandidat mereka dan menyanyikan lagu-lagu militer.

Media-media Mesir mengklaim, masyarakat berpartisasi secara antusias dalam pilpres kemarin. Kendati kemarin merupakan hari kerja, warga disebut-sebut berdatangan ke tempat-tempat pemungutan suara.

Namun, jika dibandingkan dengan pilpres 2012 ketika warga mendatangi kotak-kotak suara pada jam-jam awal pagi hari, barisan panjang para pemilih tidak tampak pada pilpres tahun ini.

Para pengamat memprediksi bahwa pemerintahan el-Sisi akan menjatuhkan sanksi bagi para pemboikot pilpres. Pertanyaannya adalah, apakah pemerintah akan melakukannya atau tidak?

Sebelum ini, sejumlah kelompok oposisi menyerukan agar warga Mesir memboikot pilpres tahun ini, karena ajang ini hanya sebuah “sandiwara.”

Menurut situs Arab21, beberapa organisasi luar dan dalam Mesir meragukan ‘kenormalan’ pilpres kali ini. Kandidat yang bersaing dalam pilpres tahun ini adalah el-Sisi dan Musa Mushtafa, ketua Partai al-Ghad. Sebelum mencalonkan diri sebagai kandidat capres, Mushtafa adalah salah satu anggota tim kampanye el-Sisi. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL