NewDelhi,LiputanIslam.com-Pasca kematian tiga anak akibat kelaparan di New Delhi, pengadilan tinggi India menginstruksikan pelarangan penghamburan makanan di pesta pernikahan, restoran, dan hotel. Pengadilan India juga akan menyusun draf terkait masalah ini untuk nantinya digolkan sebagai undang-undang.

Menurut media-media India, aturan ketat untuk pesta pernikahan didasari pada banyaknya tamu undangan, kemewahan pesta, penghamburan hidangan pesta, problem lingkungan hidup, dan polusi suara.

Draf tersebut juga membatasi jumlah tamu undangan. Jumlah tamu undangan harus disesuaikan dengan lingkungan sekitar dan kapasitas parkir kendaraan.

Para pemilik gedung tempat pesta juga diancam dengan denda uang dalam jumlah besar. Pengadilan mengumumkan, jika pihak penyelenggara melanggar aturan, mereka harus membayar denda sekira 1,5 juta rupee (22 ribu dolar US). Jika pelanggaran terus berulang, maka izin mereka akan dicabut.

Baca: Bendung Sanksi AS, Iran Siap Buka Pabrik Alumina

Di New Delhi ada sekitar 300 gedung untuk acara pernikahan. Namun di musim pernikahan, dalam satu hari saja ada 30 hingga 50 ribu acara pernikahan dilangsungkan di kota ini.

Rencananya, keluarga-keluarga kaya India yang menganggarkan biaya pesta lebih dari 7 ribu dolar US harus membantu acara pernikahan bagi pasangan miskin.

Sejumlah besar makanan dan minuman juga kerap dihambur-hamburkan dalam acara-acara pernikahan, padahal ada banyak tunawisma di jalanan New Delhi yang butuh makanan.

Menurut kepercayaan Hindu, musim pernikahan di India berlangsung antara Oktober hingga Desember. Masyarakat India meyakini bahwa musim hujan bukan saat yang tepat untuk menikah.

Anggaran rata-rata pernikahan untuk tiap orang di India antara 2 hingga 50 juta rupee (30 hingga 740 ribu dolar US). Diperkirakan bahwa satu orang India menghabiskan seperlima dari semua harta yang diperolehnya selama hidup hanya untuk biaya pernikahan saja. (af/irna)

Baca Juga:

Lagi, Tentara Nigeria Bunuh Pendukung Syeikh Zakzaky

Rezim Bahrain Gunakan Al-Qaeda untuk Bantai Kelompok Syiah

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*