TelAviv,LiputanIslam.com-Menteri Pembangunan Israel menyatakan akan membangun komplek khusus untuk kedubes-kedubes asing di al-Quds. Menurut Yoav Galant kepada Jerusalem Post, komplek itu akan dinamakan “Trump,” karena presiden AS itu dianggap ‘berjasa’ mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel.

Galant mengatakan, komplek in akan dibangun di sekitar pintu masuk al-Quds dekat jalan tol Tel Aviv-al-Quds di arah barat daya kota tersebut.

Ini bukan kali pertama sebuah daerah di Palestina dinamakan “Trump.” Sebelum ini, menteri transportasi Israel, Yisrael Katz, berjanji akan menamai sebuah stasiun kereta listrik yang akan dibangun di dekat tembok barat dengan nama presiden AS.

Trump pada 6 Desember 2017 lalu membuat keputusan kontroversial dengan mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel.

Dia dalam pidatonya menyatakan akan memindahkan kedubes AS yang saat ini berada di Tel Aviv ke al-Quds.

Wakil presiden AS, Mike Pence, sempat menyatakan bahwa hal ini paling tidak baru akan dilaksanakan di akhir 2019. Namun Heather Nauert, jubir kemenlu AS, mengumumkan bahwa kedubes baru negaranya akan dibuka di al-Quds pada 14 Mei mendatang.

Dewan Keamanan PBB sempat mengesahkan resolusi usulan Mesir untuk membatalkan keputusan Trump. Namun AS memveto resolusi yang telah disetujui 14 anggota DK PBB ini.

Resolusi ini lalu dibawa ke sidang umum PBB dan mendapat persetujuan dari 128 negara. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*