Tunis,LiputanIslam.com—Pemerintah Tunisia mengumumkan pada Kamis (14/09) bahwa perempuan muslimah di Tunisia kini diperbolehkan untuk menikah dengan non-Muslim.

“Selamat untuk kaum perempuan di Tunisia atas hak-haknya untuk bebas menentukan pasangan,” ucap juru bicara pemerintah, Saida Garrach, melalui akun Facebook.

Sebelumnya, muslimah di Tunisia dilarang untuk menikah dengan non-Muslim sejak tahun 1973. Tetapi, peraturan tersebut akhirnya resmi dicabut oleh Presiden Beji Caid Essebsi.

Berdasarkan atas hukum Islam, seorang non-Muslim tidak boleh menikahi muslimah kecuali jika yang bersangkutan bersedia untuk menjadi seorang Muslim. Bahkan, hal itu pun harus dibuktikan dengan sertifikat yang menunjukkan bahwa non-Muslim itu telah menjadi Muslim.

Namun, peraturan tersebut mendapatkan tantangan yang cukup serius dari kelompok pegiat HAM yang berpendapat bahwa aturan semacam itu dapat menghambat hak-hak asasi kaum perempuan untuk memilih pasangan.

Penghapusan undang-undang semacam ini dianggap sebagai langkah maju bagi Tunisia menuju kesetaraan jender yang lebih luas, termasuk dalam hal warisan.

Pada tahun 2016, 27 orang anggota parlemen mengajukan sebuah undang-undang yang mengatur sistem warisan berasaskan persamaan antara laki-laki dan perempuan.

Gagasan ini pun disambut dengan perlawanan yang cukup keras di Parlemen dan perdebatan seputar hal ini pun tak kunjung usai. (fd/middleeast)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL