Kuala Lumpur,LiputanIslam.com—Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, baru-baru ini mengajukan Rancangan Undang-undang (RUU) ke parlemen terkait pelarangan menyebarkan berita palsu dengan hukuman penjara 10 tahun. RUU ini diajukan akibat kebebasan media di tengah banyaknya skandal korupsi senilai milyaran dolar di negara itu.

“RUU ini diusulkan untuk melindungi publik dari berita palsu sekaligus memastikan kebebasan berekspresi tetap dihormati,” ucapnya.

Berita hoaks adalah berita, informasi, data, atau pun laporan yang seluruh atau sebagiannya salah dan diekspresikan dalam bentuk feature, visual, maupun rekaman.

RUU ini juga mencakup publikasi digital di berbagai media, termasuk media sosial, dan berlaku untuk para pelanggar di luar Malaysia selama dampak buruknya berpengaruh terhadap warga Malaysia.

Adanya RUU ini diharapkan dapat memberi pelajaran kepada publik agar lebih berhati-hati serta bertanggung jawab ketika menyebarkan informasi atau berita palsu. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL