Washington,LiputanIslam.com-Dewan Keamanan Nasional AS (NSC) mengusulkan kepada Donald Trump untuk mengusir para diplomat Rusia. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap Inggris dan reaksi atas peracunan Sergei Skripal di Salsbury.

Kanal CNN melaporkan, usulan ini disampaikan NSC pada Jumat (23/3) kemarin. Ada kemungkinan Trump akan menindaklanjuti usulan ini pada pekan mendatang.

Presiden AS berdialog dengan NSC pada awal pekan lalu terkait tanggapan atas peracunan mantan mata-mata Rusia dan putrinya. Saran untuk mengusir diplomat Rusia adalah hasil dari pertemuan tersebut.

Sebelum ini, kantor berita Sputnik juga mengabarkan, kemungkinan ada 20 negara Eropa yang akan mengusir para diplomat Rusia.

Menurut Sputnik, Prancis, Jerman, Polandia, Irlandia Selatan, Belanda, Estonia, Lithuania, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, dan beberapa negara lain akan mengambil tindakan seperti Inggris.

Tindakan ini diambil menyusul diusirnya 23 diplomat Rusia dari Inggris. Beberapa hari kemudian mereka meninggalkan London menuju Moskow. Sebagai balasan, Moskow juga mengusir 23 diplomat Inggris yang telah menuju London kemarin.

Sergei Skripal dahulu adalah perwira intelijen tentara Rusia. Pada tahun 2010 dia ditukar dengan mata-mata Rusia yang tertangkap di Barat. Skripal lalu meminta suaka dari Inggris.

Sebuah pengadilan Rusia pada tahun 2006 menuduh Skripal berkhianat. Dia dituding bekerjasama dengan MI6 saat mengabdi di militer Rusia.

Beberapa minggu lalu agen ganda ini ditemukan pingsan bersama putrinya di sebuah pusat perbelanjaan di Salsbury, Inggris. Menurut polisi, dua orang tersebut diracuni oleh bahan kimia misterius. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL