London,LiputanIslam.com-Komite Hubungan Internasional Dewan Bangsawan Inggris (The House of Lords) meminta pemerintah negara monarki ini untuk memprioritaskan perdagangan dengan Iran pasca Brexit.

Melalui laporan yang ditandatangani Lord David Howell, ketua komite ini, Dewan Bangsawan juga meminta agar pembatasan peminjaman hutang bank dan investasi di Iran dicabut seperti yang dilakukan Uni Eropa.

Reuters mewartakan, dalam laporan yang dirilis Selasa (2/5) ini disebutkan,”Inggris jangan lagi bergantung kepada Amerika terkait kebijakannya terhadap Timur Tengah. Sebaiknya Inggris bekerjasama dengan Uni Eropa untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan nuklir (JCPOA) dengan Iran.”

“Kita tidak bisa lagi berasumsi bahwa Amerika yang menentukan sikap dan kebijakan Barat terkait masalah Timur Tengah,”kata David Howell.

Terkait kebijakan Trump tentang Iran dan konflik Arab-Israel, laporan ini menyebutkan bahwa pemerintahan baru Amerika berpotensi untuk membuat Timteng kian tidak stabil. Laporan ini menganggap kebijakan Trump “tidak konstruktif” dan menyatakan bahwa sikap semacam ini bisa meruncingkan konflik.

Dalam laporan ini, pemerintah Inggris diminta agar tidak mengurangi relasinya dengan negara-negara Timteng, sebab ekspor Inggris ke kawasan tersebut lebih banyak daripada ekspor ke India dan China. Selain itu, investasi yang dilakukan para investor Timteng di Inggris juga sangat penting.

Laporan ini dirilis setelah pada hari Minggu (30/4) Jenderal Herbert McMaster, konsultan keamanan nasional Trump, menyatakan, dia yakin Amerika akan didukung para sekutunya jika akan memberlakukan sanksi baru atas “perilaku destruktif” Iran. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL