Jerman,LiputanIslam.com—Majalah berita Jerman, Der Spiegel, berpendapat bahwa Presiden AS, Donald Trump, merupakan sosok yang membahayakan dunia. Trump adalah presiden yang harus disingkirkan dari Gedung Putih sebelum segala sesuatunya semakin memburuk.

“Donald Trump tidak cocok menjadi presiden Amerika. Ia tidak memiliki kapasitas intelektual yang mencukupi dan tidak memahami posisi jabatan yang sedang ia pegang, tidak juga memahami tugas-tugas yang terkait dengan jabatan tersebut,” tulis Klaus Brinkbäumer dalam sebuah editorial yang dipublikasikan oleh majalah tersebut.

“Dia tidak membaca. Ia tidak merasa perlu untuk meneliti file-file serta laporan-laporan intelijen untuk mengetahui gambaran umum seputar isu-isu yang ia anggap sebagai prioritasnya. Keputusan-keputusan politiknya selalu berubah-ubah dan dikemas dalam bentuk tirani.

Bulan lalu, sebuah komunitas psikiater di Amerika memperingatkan bahwa Trump memiliki “penyakit mental yang berbahaya” dan tidak cocok untuk memimpin sebuah negara.

Lebih dari 30 ahli kesehatan menyatakan bahwa Trump dulunya adalah seorang paranoid dan penghayal dan para ahli tersebut merasa bertanggung jawab untuk memperingatkan warga Amerika tentang “bahaya-bahaya” yang mungkin ditimbulkan oleh Trump.

“Kami memiliki kewajiban etis untuk memperingatkan publik tentang penyakit mental Donald Trump yang membahayakan,”ucap mereka.

Trump terus mencoba untuk mempertahankan dirinya atas berbagai laporan yang menyebutkan bahwa ia pernah bekerja sama dengan pejabat Rusia untuk memenangkan pemilihan Presiden beberapa waktu lalu dan mencoba untuk membatalkan investigasi FBI mengenai kemungkinan kolusi yang terjadi antara kampanye kepresidenannya dengan Moskow.

Berdasarkan atas sebuah laporan, Partai Republik di Capitol Hill semakin frustasi terhadap apa yang telah diperbuat Trump. Mereka menyadari bahwa skenario yang telah dipersiapkan Trump dapat membuatnya terpilih kembali.

Banyak anggota Partai Republik, dalam beberapa hari terakhir, bergabung dengan partai Demokrat untuk meminta jaksa khusus untuk mengambil alih kasus penyelidikan Trump.

Trump menghadapi berbagai tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya telah menciptakan ketidakadilan karena memecat Direktur FBI, James Comey, yang dilaporkan telah menulis sebuah memo berisi perintah presiden. Dalam memo tersebut, presiden memintanya untuk membatalkan penyelidikan tentang dugaan-dugaan adanya kolusi antara dirinya dengan Moskow.

Editorial Der Spiegel menyebut Trump sebagai orang yang sedang sengsara. “Trump memecat direktur FBI, hanya karena ia memiliki otoritas untuk melakukan itu. Hingga kini, Comey tetap menolak untuk menyatakan loyalitas dan kesetiaannya terhadap Trump dan akan tetap meneruskan penyelidikan tersebut.” (fd/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL