Paspor SuriahWashington, LiputanIslam.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) memiliki kemampuan untuk membuat paspor palsu, yang lantas digunakan untuk menyusup.

Menurut laporan yang disampaikan CNN, pihak imigrasi menyatakan diberi peringatan bahwa ISIS menggunakan paspor Suriah (palsu) dan dokumen-dokumen palsu lainnya.

ISIS telah mengakses biografi dan sidik jari dari penduduk Suriah, lalu memalsukannya. Dengan cara inilah mereka melakukan perjalanan ke AS.

“Selama lebih dari 17 sejak Raqqa dan Deir-Ezzor jatuh ke tangan ISIS, maka mereka memanfaatkan paspor milik penduduk setempat…”

Sementara itu, penasehat ABC News yang merupakan mantan intelejen Depertemen Keamanan Negara, John Cohen berkata, “Bila ISIS mampu memalsukan paspor, atau memiliki mesin untuk menciptakan paspor (yang seakan-akan paspor asli-red), maka ini merupakan isyarat meningkatnya ancaman keamanan di AS.”

Lebih lanjut disampaikan bahwa saat ini di Suriah tengah banjir dokumen-dokumen palsu. Satu paspor palsu, bisa didapat hanya dengan merogoh kocek sebesar 200-400 dollar.

Sebelumnya, paspor Suriah (palsu) ditemukan di Eropa, misalnya pada terorisme di Paris pada November lalu. Dua pria yang diantara pelaku teror tersebut diduga masuk ke Eropa dengan menggunakan membaur bersama pengungsi Suriah. Meski demikian, keberadaan paspor ini menjadi topik panas. Publik mempertanyakan, bagaimana mungkin paspor ditemukan dalam keadaan utuh, sementara tubuh pelaku pengeboman sendiri hancur? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL