Yerussalem,LiputanIslam.com—Rakyat Palestina yang berasal dari berbagai desa berkumpul di West Bank pada Sabtu (13/1) untuk menuntut otoritas Israel agar membebaskan Ahed Tamimi dan ibunya  yang ditahan karena telah melawan pengakuan AS terkait Yerussalem.

Sebelumnya, pasukan Israel menembakkan gas air mata ke arah ratusan demonstran Palestina yang menuntut agar seorang aktivis, Ahed Tamimi, beserta ibunya segera dibebaskan.

Ahed Tamimi, merupakan seorang aktivis perempuan muda berusia 16 tahun yang telah mengutuk pengakuan Donald Trump bahwa Yerussalem adalah Ibu Kota untuk Israel. Karena aktivitasnya itu, pada 19 Desember, ia ditangkap di rumahnya yang berada di Desa Nabi Saleh. Tak hanya Ahed, beberapa jam sebelumnya, Mohammad, sepupu Ahed mendapat tembakan peluru karet dari pasukan Israel tepat di bagian kepala. Akibatnya, Mohammad dilarikan ke rumah sakit dan koma selama 72 jam.

Beberapa jam sebelum demonstrasi digelar, pasukan Israel telah melakukan penjagaan di Desa Nabi Saleh untuk mencegah para aktivis asing dan jurnalis untuk memasuki Desa itu.

Saat demonstrasi berlangsung, pasukan Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah demonstran. Akibatnya, sekitar tujuh orang demonstran mengalami luka-luka. (fd/al-alam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL