(Foto: abna24)

(Foto: abna24)

Washington,LiputanIslam.com-Menyusul memanasnya persaingan menuju kursi presiden Amerika, masjid-masjid di negara ini mencanangkan program “Buka Pintu Masjid.”

Guna meredam efek interpretasi keliru Donald Trump tentang Islam dan muslimin, komunitas-komunitas muslim di Amerika membuka pintu masjid-masjid untuk khalayak umum. Tujuannya agar masyarakat Amerika lebih mengenal Islam dan muslimin melalui kunjungan mereka ke masjid-masjid.

Diharapkan agar langkah ini bisa memberikan pengetahuan terhadap nonmuslim tentang apa yang terjadi di dalam masjid. Dengan demikian, muslimin Amerika bisa melawan propaganda negatif Trump tentang Islam.

Salah satu politik kontroversial Trump adalah melarang muslimin masuk ke Amerika. Dia berdalih langkah ini mesti diambil demi keamanan negara. Ucapannya ini langsung menuai kecaman dari muslim dan nonmuslim.

Muslimin Amerika percaya, program “Buka Pintu Masjid” tak sekedar mengenalkan Islam, tapi juga bisa menyadarkan muslimin dan para pengungsi muslim akan bahaya terpilihnya Trump sebagai presiden AS. Mereka diharapkan berpartisipasi secara luas dalam pilpres guna menentukan masa depan mereka.

Menurut Ana Givens, seorang wanita muslim yang aktif dalam program ini, Islamphobia telah menyebar di Amerika dan ujaran kebencian Trump meningkatkan tindak kekerasan terhadap muslimin.

“Tiap omongan Trump sangat menggelikan dan lebih mirip lelucon. Sayangnya, sebagian warga Amerika menganggapnya serius,”tutur Givens.

Badan Komunikasi Islam Amerika melaporkan, tindakan rasis terhadap muslimin meningkat drastis sepanjang tahun 2015 dan 2016. Berdasarkan laporan koran Huffington Post terkait Islamphobia di Amerika, telah terjadi lebih dari 290 aksi antiIslam selama tahun 2016.(af/abna24.fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL