TelAviv,LiputanIslam.com-Para pejabat Israel mengumumkan, perundingan untuk membeli tiga kapal selam dari Jerman kembali berlanjut. Negosiasi transaksi ini sempat tertunda selama tiga bulan.

Kantor berita AFP melaporkan, setelah beberapa pejabat Israel yang terkait dengan transaksi ini ditahan Juli lalu atas tuduhan korupsi dan pencucian uang, Berlin menunda penandatanganan penjualan kapal selam Dolphin buatan ThyssenKrupp kepada Rezim Zionis.

Menurut sejumlah pejabat Israel, penyelidikan terkait kasus ini masih tetap berjalan. Nama beberapa pejabat keamanan Israel dan sejumlah pegawai lokal perusahaan ThyssenKrupp tercantum dalam berkas kasus ini.

“Jerman telah sepakat menandatangani transaksi jual-beli ini,”klaim seorang pejabat Israel yang enggan disebut namanya.

Pejabat ini mengaku, pihak Jerman menuntut agar para pejabat Israel yang terlibat kasus ini dipecat sebelum transaksi ditandatangani.

Menteri Perumahan Israel melalui akun Twitter-nya juga dikabarkan menyambut baik persetujuan Jerman ini. Yoav Galant mengatakan, dengan dibelinya tiga kapal selam baru ini, jumlah kapal selam Israel dalam 10 tahun ke depan akan bertambah menjadi enam unit.

Namun di lain pihak, Jerman menyatakan kesepakatan ini belum final. Menurut pernyataan dari juru bicara pemerintah Jerman, pihaknya telah memulai negosiasi, namun kesepakatan final belum tercapai.

Para pakar militer berpendapat, kapal selam buatan Jerman ini bisa memuat rudal nuklir. Menurut mereka, misi utama kapal-kapal selam ini adalah memata-matai perairan Iran dan menyerang sejumlah target di negara itu jika terjadi perang antara keduanya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL