Sana’a,LiputanIslam.com—Delegasi tingkat tinggi PBB telah melakukan kunjungannya ke Yaman. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau krisis berupa perang, kolera, serta kelaparan yang sedang melanda negara itu.

Direktur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, dan Ornasisasi Program Pangan Dunia telah tiba di Yaman pada Senin (24/7) untuk berkunjung ke Provinsi Aden yang hancur akibat perang dan ibukota Sana’a.

Utusan PBB tersebut menolak untuk memberikan keterangan dalam kunjungan itu. Namun, kantor berita resmi Yaman, Saba, mengatakan bahwa para pejabat itu telah bertemu dengan Perdana Menteri Ahmed bin Dagher untuk melakukan pembicaraan seputar bantuan kemanusiaan internasional. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk membendung penyebaran wabah kolera yang telah tersebar ke seluruh Provinsi.

Kunjungan tersebut dilakukan sehari setelah PBB memperingatkan dunia bahwa dua dari tiga penduduk Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

WHO dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan bahwa wabah kolera tersebut telah merenggut nyawa 1.800 orang dan menginfeksi lebih dari 370.000 orang lainnya di seluruh penjuru negara tersebut. Bulan Desember ini korban wabah kolera akan bertambah menjadi 600.000 jiwa.

Organisasi Program Pangan Dunia sebelumnya telah memperingatkan bahwa musibah yang sedang menimpa Yaman merupakan “krisis kemanusiaan terbesar yang terjadi di dunia.”

Kolera merupakan salah satu jenis penyakit infeksi akut yang dapat menyebar melalui makanan atau air yang tidak higienis. Penyakit ini bisa diobati dengan cara mengganti tubuh yang hilang dengan air atau pun garam. Namun, jika dibiarkan begitu saja, penyakit ini akan berakibat fatal.

Wabah kolera pertama kali menjangkiti Yaman sejak Oktober tahun lalu dan terus menyebar hingga Desembat. Akhir April kemarin, wabah ini semakin mengganas dan banyak menelan korban jiwa.

Hingga saat ini, hampir 3,3 juta warga Yaman, termasuk 2,1 juta anak sedang menderita gizi buruk akut.

Di sisi lain, Arab Saudi tak henti-hentinya menghujani Yaman dengan rudal dan bomnya. Serangan atas Yaman ini telah dimulai sejak Maret 2015 lalu. Ekspansi militer atas Yaman dilakukan untuk mengembalikan mantan Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi (sekutu setia Arab Saudi) ke tampuk pemerintahan.

Jumlah korban yang gugur akibat agresi militer Saudi sangat spektakuler. Jumlahnya korban telah mencapai 12.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, infrastruktur yang ada di negara itu pun mengalami rusak parah, termasuk infrastruktur kesehatan. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL