Baghdad,LiputanIslam.com—Delegasi orang-orang Kurdi telah melakukan pertemuan dengan pemerintah Irak di Baghdad untuk membahas rencana pemisahan wilayah Kurdistan dari Irak pada 25 September mendatang.

Ketua rombongan delegasi Kurdi, Rozh Nuri Shawaiys, mengatakan kepada para reporter pada Minggu(20/8), bahwa rencana referendum ini merupakan langkah untuk merajut persaudaraan antara Irak dan Kurdistan.

“Inilah Tujuan kami menuntur adanya referendum, bukan untuk tujuan lain,” tambahnya.

Delegasi tersebut juga berharap dapat berdialog dengan kelompok Syiah di Ibu Kota Baghdad. Delegasi berangkat menuju Baghdad melalu Bandara Internasional Erbil, Kurdistan, pada Senin (14/8).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, Presiden Irak, Fuad Masum, Wakil Presiden Irak, Nouri al-Maliki, Pemimpin Aliansi Nasional Irak, Ammar al-Hakim, Juru Bicara Parlemen Irak, Salim al-Jabouri, dan Ketua Organisasi Syiah, Dubes AS, Iran, dan Turki.

Sementara itu, delegasi Kurdistan terdiri dari Petinggi Partai Demokrasi Kurdistan (KDP), Rozh Nuri Shawais, Petinggi Serikat Patriotik Kurdistan (PUK), Saadi Ahmed Pira, Anggota Parlemen Irak-Kurdi, Vian Dakhil, Kepala Staf Kepresidenan Kurdistan, Fuad Hussein, dan Utusan Serikat Islam Kurdistan, Mohammed Ahmed.

Kurdistan telah mendeklarasikan rencana referendum agar terpisah dari Irak sejak 7 Juni kemarin. Rencananya, referendum akan digelar pada 25 September mendatang. (fd/NRT)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL