Washington,LiputanIslam.com-Bernie Sanders (senator AS dan salah satu kandidat pilpres AS tahun 2020) mengkritik dualisme pemerintahnya terkait Arab Saudi dan Venezuela.

“Jujur saja, pemilu terakhir (di Venezuela) tidak demokratis. Namun, bagaimanapun juga, di sana tetap masih ada aktivitas demokratis. Hal yang saya inginkan sekarang adalah penyelenggaraan pemilu bebas dan di bawah pengawasan lembaga-lembaga internasional,”kata Sanders.

Donald Trump sebelum ini mengakui Juan Guaido (pemimpin oposisi Venezuela) sebagai presiden interim negara Latin tersebut. Sanders mempertanyakan, jika Trump mengkhawatirkan demokrasi di Venezuela, kenapa dia tidak mencemaskan hal serupa di Saudi?

“Hal menarik bagi saya adalah, Trump sangat mengkhawatirkan kejadian-kejadian di Venezuela. Tapi apa pandangannya tentang pemilu terbaru di Saudi? Justru sepertinya tak ada pemilu sama sekali di Saudi,”sindirnya.

“Saudi memperlakukan para wanita seperti warga kelas tiga. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa kekhawatiran Trump terkait demokrasi bergantung pada seleranya saja,”lanjut Sanders.

Dalam bagian lain pidatonya, Sanders menyambut baik rencana pertemuan Trump dengan Kim Jong-un (pemimpin Korut).

“Saya pikir, pertemuan face to face dengan musuh adalah gagasan bagus. Saya ingin presiden AS mengumpulkan Iran dan Saudi dalam satu pertemuan,”tandasnya. (af/fars)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*