Washington,LiputanIslam.com-Harian terbitan AS, Washington Post, menurunkan artikel yang membahas dampak-dampak penutupan pemerintah federal AS.

Di awal artikel, Washington Post menyinggung para pegawai pemerintah federal yang menganggur dan kebutuhan mereka untuk segera bekerja. Mengutip dari perwakilan FBI, harian ini mengungkap bahwa lembaga ini menghadapi kekurangan fasilitas untuk melakukan tes DNA. Bahkan, tulis Washington Post, FBI tidak punya biaya untuk mengganti ban-ban kendaraan yang sudah aus.

“FBI kesulitan untuk menjalankan aktivitas-aktivitas vital bagi AS, mulai dari memerangi penyelundupan sampai menghadapi aksi-aksi teror siber,”tulis Washington Post.

Menurut harian ternama AS ini, ketiadaan para inspektur pangan dan obat-obatan pemerintah federal juga berpotensi menimbulkan bahaya besar dalam hal ini.

Washington Post lalu menyinggung masalah yang dihadapi para pemilik jalur telepon dan situs-situs provider milik pemerintah. Harian ini mengabarkan, lebih dari seratus situs federal memperingatkan para pengguna bahwa mungkin saja situs-situs ini disalahgunakan para peretas.

“AS membutuhkan para pegawai yang sedang cuti, dan mereka pun juga memerlukan gaji-gaji,”pungkas Washington Post.

Kondisi shutdown pemerintah AS telah memasuki hari ke-36. Situasi ini muncul usai penolakan kongres AS untuk memberikan anggaran senilai 5,7 milyar dolar kepada Trump untuk membangun tembok pemisah AS-Meksiko. (af/fars)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*