Minyak ISISRaqqa, LiputanIslam.com — Setelah digempur habis-habisan oleh Angkatan Udara Rusia, kini teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengalami kesulitan perekonomian. Seperti diketahui, penjualan minyak ilegal adalah salah satu sumber pendanaan mereka.

Sebagaimana yang disampaikan oleh IHS Conflict Monitor pada hari Senin, serangan dari pesawat tempur Rusia telah menimbulkan dampak yang signifikan. ISIS kesulitan untuk melakukan pengiriman minyak dan kuantitas minyak yang dihasilkan juga menurun.

Rusia melakukan serangan yang menargetkan lokasi-lokasi penting ISIS di Suriah sejak akhir September atas permintaan resmi dari pemerintah.

Akhirnya, gaji para anggota ISIS pun dikurangi, adanya tarif kenaikan listrik dan hal-hal pokok lainnya, lalu mereka dikenai pajak pertanian, yang menandai bahwa ISIS tengah berada dalam kesulitan ekonomi.

Menurut IHS, walaupun ada serangan masif dari Suriah dan sekutunya, namun ISIS masih mendapatkan sekitar 80 juta dollar per bulan dari biaya retribusi dan penyitaan.

Ditambahkan, “Tidak seperti kelompok teroris lainnya sepert Al-Qaeda, ISIS tidak benar-benar tergantung pada pendanaan eksternal, melainkan mendapatkan penghasilan terbesarnya dengan mengontrol sumber-sumber kekayaan alam Suriah dan Irak,” paparnya, seperti dilansir Presstv, (8/12/2015).

“Mereka menerapkan aturan wajib pajak, menyita properti, penjualan minyak dan gas, penyelundupan obat-obatan, melakukan penculikan untuk mendapatkan tebusan, juga menjalankan transportasi dan usaha real estate,” pungkas IHS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL