Damaskus,LiputanIslam.com-Menlu Suriah dalam konferensi pers hari ini (Sabtu,2/6) menegaskan, Iran berada di Suriah atas undangan Damaskus. Dengan demikian, keberadaan Iran sepenuhnya legal.

“Klaim Israel soal adanya pangkalan militer permanen (Iran) adalah dusta besar, sebab tak ada pasukan militer Iran di Suriah. Sebaliknya, keberadaan AS, Prancis, dan Turki di Suriah adalah ilegal,”kata Walid Muallem.

Ia menegaskan, Suriah akan melanjutkan kerjasama dengan para sekutunya untuk membasmi terorisme.

“Yang ada di Suriah adalah para konsultan Iran, yang sebagian dari mereka juga gugur saat bersama kami memerangi terorisme. Kami berterima kasih kepada para pemimpin dan rakyat Iran, karena telah mendampingi Suriah sejak awal,”lanjut Muallem.

Soal kepulangan warga Suriah dari Lebanon ke negeri mereka, Muallem mengatakan, dia menghendaki mereka kembali bukan hanya dari Lebanon saja, tapi juga dari semua penjuru dunia.

Muallem juga menyinggung intervensi Staffan de Mistura dalam penyusunan UUD Suriah. Menurutnya, de Mistura tidak tercantum dalam daftar anggota komite penyusunan UUD Suriah.

“Dia (de Mistura) tidak berhak bicara soal ini. Mayoritas anggota komite 50 orang ini harus berasal dari pemerintah Suriah,”tandasnya.

Selanjutnya Muallem menyatakan, Israel mendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah untuk membentuk sabuk perlindungan bagi dirinya. Sebab itu, kata Muallem, Damaskus akan berusaha membebaskan semua wilayahnya dari teroris dan agresor. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*