NewYork,LiputanIslam.com-Wakil tetap Suriah di PBB menegaskan, tuduhan soal senjata kimia oleh pemerintah Suriah adalah klaim menyesatkan dan tak bertanggung jawab. Bashar Jaafari menyatakan, Suriah tak lagi memiliki senjata kimia usai penghancuran gudang senjata kimianya.

Dalam rapat DK PBB, Jaafari mengatakan, para anggota tetap DK PBB tak lagi memiliki kelayakan politis, moral, dan konstitusional untuk membela perdamaian dan keamanan dunia.

“Negara yang melindungi gudang nuklir Israel dan menghancurkan Irak dengan dalih senjata pemusnah massal, tidak berhak melayangkan tuduhan dusta soal penggunaan senjata kimia kepada Suriah,”tandas Jaafari.

Dia menegaskan, Suriah mewakili dunia dalam memerangi terorisme. Damaskus tidak sudi menjadi objek pemerasan politik dan tidak gentar atas ancaman serangan AS, Inggris, dan Prancis.

Jaafari lalu mempertanyakan bungkamnya DK PBB dan OPCW soal informasi kelompok teroris yang memperoleh bahan kimia dan menggunakannya untuk memfitnah tentara Suriah. Dia mengatakan, Damaskus telah mengirim 156 surat tentang hal ini, namun kedua lembaga di atas tidak menyelidikinya.

Jaafari menyebutkan, negara-negara AS, Inggris, dan Prancis gagal mewujudkan tujuan mereka di Suriah, kendati mereka telah menyokong kelompok teroris. Sebab itu, kata Jaafari, mereka menghalangi proses solusi damai dan berniat melakukan serangan militer langsung ke Suriah.

“Melalui surat resmi kepada para anggota tetap DK PBB, kami telah memperingatkan, kelompok teroris di Idlib, Latakia, dan Aleppo akan menyerang kota-kota ini dengan bom kimia guna mencegah operasi militer tentara Suriah,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*