Damaskus,LiputanIslam.com—Suriah telah mengecam serangan udara yang berulang kali dilakukan oleh koalisi militer AS di negaranya. Selain itu, negara yang sedang dilanda krisis ini juga telah meminta PBB dan Dewan Keamanan Dunia untuk menghentikan ulah Washington dan aliansinya yang terus melakukan pembantaian terhadap warga sipil serta menghancurkan infrastruktur di negara itu.

Di dalam dua suratnya yang dilayangkan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dan Ketua Dewan Keamanan PBB, pada Senin (5/6), Menteri Luar Negeri Suriah mengecam serangan udara yang dilakukan koalisi AS di Kota Raqqa, dan menewaskan sedikitnya 43 orang di pemukiman Jomeili.

Menteri tersebut mengatakan bahwa “kejahatan” yang dilakukan oleh aliansi militer AS itu tidak ada bedanya dengan aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok teroris takfiri Daesh yang juga mencelakai warga sipil. Di dalam suratnya, ia juga mengatakan bahwa serangan-serangan AS tersebut ditujukan secara langsung kepada infrastruktur negara “termasuk jembatan-jembatan, sumber-sumber minyak dan gas, bendungan, pembangkit listrik dan air, serta bangunan umum atau pun swasta.”

Sementara itu, aliansi militer AS mengklaim bahwa tujuan invasi militer mereka ke Suriah sejak September 2014 adalah untuk menghancurkan markas kelompok Daesh. Meski begitu, aksi aliansi AS ini sama sekali tidak mendapatkan izin dari pemerintah Suriah atau PBB.

Menteri Luar Negeri Suriah kembali menegaskan bahwa misi utama koalisi AS “sangat bertentangan dengan” klaim mereka yang ingin mengusir para teroris Daesh dan para teroris lainnya untuk meninggalkan Suriah. Menteri tersebut menambahkan bahwa memerangi Daesh, tidak mesti dilakukan dengan mengorbankan warga sipil, infrastruktur, tentara Suriah dan markas-markas mereka. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL