NewYork,LiputanIslam.com-Khaled Syekh Mohammad, yang disebut-sebut sebagai otak di balik serangan 11 September, menyatakan siap membantu keluarga korban peristiwa tersebut. Khaled berjanji akan membantu Saudi diseret ke pengadilan asal hukuman mati atasnya dicabut.

Menurut laporan al-Jazeera yang mengutip dari Wall Street Journal, tawaran Khaled itu tercantum dalam surat gugatan keluarga korban 11/9 yang diajukan ke pengadilan , Jumat (26/7) lalu.

Baca: Abaikan Sanksi AS, Iran Ekspor Bensin ke Afghanistan

Khaled adalah salah satu petinggi al-Qaeda yang ditangkap di Pakistan tahun 2003 lalu.

Sebelum ini, para pejabat AS mengumumkan, jika dalang serangan 11/9 dinyatakan bersalah, dia akan dijatuhi hukuman mati.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, keluarga para korban 11/9 menuduh serangan itu dilakukan dengan koordinasi bersama Saudi.

Senin kemarin (29/7) Donald Trump telah menandatangani proposal kas ganti rugi untuk kelurga korban 11/9 dan menjadikannya sebagai undang-undang. Undang-undang tersebut akan berlaku selama 73 tahun ke depan.

Berdasarkan undang-undang ini, siapa pun yang mengalami cedera fisik akibat 11/9 atau keluarga korban akan menerima ganti rugi dari pemerintah AS selama 73 tahun mendatang.

Teror 11 September 2001 adalah titik balik dalam kancah politik dunia. Kendati AS memanfaatkannya untuk menjalankan strategi-strategi globalnya, namun negara ini menemui kegagalan dan justru menciptakan dunia yang semakin keras dan tidak aman.

Kejadian itu menewaskan lebih dari 3000 orang dan melukai 6000 lainnya. Namun dampaknya di kancah internasional melebihi batas geografis. Dengan kata lain, rangkaian serangan teror telah memunculkan perubahan fundamental di pentas politik internasional. (af/alalam)

Baca Juga:

Saudi akan Penjarakan Warganya yang Berhaji Tanpa Izin

Gara-gara Iran, India Ragu Membeli Nirawak AS

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*