Riyadh,LiputanIslam.com-Kantor berita CNN dalam laporannya menyebutkan, proses hukum atas 37 terhukum mati di Saudi amat tidak adil.

Surat pengakuan para terdakwa adalah palsu dan dibuat di bawah penyiksaan, lapor CNN, Jumat (26/4).

Riyadh mengklaim, para terdakwa telah mengakui kesalahan mereka. Namun dokumen-dokumen pengadilan di al-Sharqiyah, al-Qushaim, Riyadh, Asir, Madinah, dan Makkah menunjukkan, para terdakwa memprotes tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Selama proses pengadilan, mereka berkali-kali menyatakan sebagian dari pengakuan dibuat di bawah tekanan dan penyiksaan.

Seorang terdakwa berkata kepada hakim, surat pengakuannya dibuat oleh penginterogasinya, bukan pernyataannya sendiri.

CNN menyebutkan, sejumlah terhukum mati saat ditangkap masih di bawah umur. Eksekusi-eksekusi itu dinilai CNN sangat tidak adil dan tidak lazim.

Saudi pada 23 April lalu mengumumkan, mereka telah menghukum pancung 37 orang atas tuduhan terorisme.

Riyadh mengklaim, para terdakwa membentuk geng-geng teroris untuk mengacaukan keamanan dan menciptakan kerusuhan.

Berdasarkan laporan Amnesti Internasional, sebanyak 149 orang telah dihukum mati di Saudi. Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang menjatuhkan hukuman mati dengan cara memancung kepala.

Menlu Iran dalam menanggapi hukuman mati itu mengunggah cuitan dalam akun Twitter-nya. Dia menulis,”Usai menutup mata atas dimutilasinya seorang jurnalis, pemerintahan Trump kembali tak bersuara soal hukuman mati atas 37 orang yang dilakukan Saudi dalam satu hari.”

“Keanggotaan dalam Tim B, yaitu (John) Bolton, (Muhammad) Bin Salman, Bin Zayed, dan Bibi (Benyamin Netanyahu), adalah imunitas dalam tiap kejahatan yang dilakukan,”sindir Javad Zarif. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*