Washington,LiputanIslam.com-Badan intelijen AS melakukan investigasi terkait bocornya dokumen-dokumen rahasia CIA yang dipublikasikan Wikileaks.

Tujuan utama investigasi yang dilakukan dengan koordinasi FBI dan CIA ini adalah mengidentifikasi sumber-sumber yang memberikan dokumen tersebut kepada Wikileaks.

Reuters menukil dari sumber-sumber dalam pemerintah bahwa tersangka utama adalah para kontraktor CIA.

Selasa (7/3), Wikileaks mengumumkan bahwa mereka telah mempublikasikan ribuan dokumen rahasia. Dokumen-dokumen ini membongkar program CIA dalam meretas informasi dari seluruh dunia secara rahasia.

Sekitar 9 ribu lembar dokumen menunjukkan, CIA menggunakan telepon dan smart tv untuk memata-matai para penggunanya di seluruh dunia.

Para peretas CIA juga memalsukan identitas para peretas Rusia dan negara-negara lain. Artinya, ketika melakukan serangan cyber di dunia maya, para peretas CIA menggunakan teknik-teknik yang mengesankan bahwa pelaku serangan adalah para peretas Rusia. Dalam kamus dunia maya, aksi ini lazim disebut dengan False Flag (Bendera Palsu).

Jerman kini juga tengah menyelidiki bocoran Wikileaks terkait spionase Washington. Konsulat AS di Berlin disebut-sebut digunakan untuk melakukan serangan cyber ini.

Wikileaks mengklaim, hampir semua perangkat serangan cyber CIA telah dicuri. Perangkat-perangkat ini diserahkan kepada mata-mata asing, para peretas, dan kontraktor pemerintah AS sebelum ini.

CIA masih belum mengkonfirmasi keaslian dokumen-dokumen yang bocor ini. Mereka hanya menyatakan, spionase elektronik terhadap target di dalam AS, termasuk warga, dilarang oleh undang-undang. CIA mengaku tidak melakukan tindakan ini. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL