Tel Aviv,LiputanIslam.com-Biro intelijen Amerika memperingatkan Rezim Zionis terkait pertukaran informasi rahasia dengan Gedung Putih pasca dimulainya jabatan kepresidenan Donald Trump.

Harian Israel Yedioth Ahronoth mengklaim, sebab kekhawatiran ini adalah kemungkinan adanya hubungan tersembunyi Trump atau stafnya dengan Istana Kremlin, karena Kremlin menjalin kontak dengan biro intelijen Iran.

Menurut laporan yang dikutip situs Russia al-Yaum dari Yedioth, kekhawatiran ini meningkat setelah pertemuan terakhir pejabat intelijen Amerika dan Israel. Kendati demikian, laporan ini tidak menyinggung waktu dan tempat pertemuan tersebut.

Laporan ini menyatakan, pejabat intelijen Amerika memberitahu sejawat Israel-nya, mereka memiliki informasi akurat soal keterlibatan intelijen Rusia dalam peretasan komputer Partai Demokrat saat pilpres lalu dan bocornya informasi penting ke WikiLeaks. Kebocoran informasi ini menimbulkan pukulan telak terhadap Hillary Clinton, kandidat presiden dari Partai Demokrat.

Menurut Yedioth Ahronoth, Amerika memperingatkan Israel agar mulai tanggal 20 Januari (hari pengambilan sumpah Trump) tidak memberikan informasi penting kepada Gedung Putih dan Dewan Keamanan Nasional Amerika.

Koran Ibrani ini juga mengklaim, Amerika berpesan agar Israel tidak mengungkapkan sumber-sumber intelijennya terkait para pejabat Amerika. Alasannya, ada risiko bahwa informasi ini bocor ke pihak Rusia. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL