Beijing,LiputanIslam.com-Kementerian luar negeri China pada Rabu (8/8) menyatakan, kerjasama dagang dengan Iran sama sekali tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB mana pun.

Kantor berita Reuters melaporkan, kemenlu China menegaskan bahwa Beijing menentang keras embargo sepihak yang dijatuhkan AS atas Iran.

Presiden AS, Donald Trump, pada 8 Mei lalu menyatakan AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Dia juga melontarkan ancaman akan mengembalikan embargo-embargo atas Teheran. Selain itu, dia juga memperingatkan negara-negara pengimpor minyak Iran untuk berhenti membeli minyak dari Negara Mullah.

China sendiri adalah salah satu konsumen utama minyak Iran, juga merupakan salah satu sekutu penting dagang Teheran. Beijing adalah salah satu pihak yang menandatangani JCPOA dan tetap menyatakan komitmennya pada kesepakatan ini usai keluarnya AS secara sepihak.

Kendati Washington menekan sejumlah negara, termasuk China dan Korea, untuk menghentikan impor minyak Iran secara total, pemerintah China pada beberapa hari secara resmi menyatakan penolakannya terhadap keinginan AS tersebut.

Para petinggi AS sendiri mengkonfirmasi kabar tersebut. Bahkan mereka mengatakan, penolakan China terhadap permintaan Washington sebagai “pukulan telak atas upaya pemerintahan Trump untuk mengucilkan Iran setelah keluar dari JCPOA.”

Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Beijing-Washington mengeruh lantaran pemberlakuan tarif atas barang-barang impor dari China. Beijing membalasnya dengan mengancam akan mengenakan tarif atas produk-produk AS. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*