pangeran sultanRiyadh, LiputanIslam.com— Seorang Pangeran Arab Saudi yang sangat vokal mengritik penguasa akhirnya kembali ke kerajaan setelah sebelumnya ia diculik dan menghilang selama 12 bulan terakhir.

Sahabat dan rekan-rekan Pangeran Sultan bin Turki menyebut bahwa ia menghilang dari rombongan pada tangal 1 Februari 2015, saat naik pesawat di Paris menuju Kairo, seperti yang dilaporkan The Guardian (29/3/2016).

Pangeran Sultan berencana untuk mengunjungi teman-teman dan ayahnya (kakak dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz), dan telah memesan tempat di Hotel Kempinski, Garden City, Kairo. Namun setelahnya ada informasi yang mengejutkan.

“Ada sebuah pesawat Saudi dengan rencana penerbangan menuju Kairo, namun pesawat itu tidak terbang ke Kairo. Pada ekor pesawat terlihat bendera Saudi,” ujar salah satu rekan Pangeran Sultan.

Setelahnya, salah satu sahabat Pangeran mengungkapkan kepada media bahwa anggota senior keluarga kerajaan telah meyakinkan Pangeran terkait keselamatannya di Mesir seminggu sebelum perjalanan. “Namun hal itu adalah kesalahan besar dan ada harga yang harus dibayar.”

Rekan lainnya, yang ditugaskan menyambut Pangeran di Kairo, mengungkapkan bahwa Pangeran pernah berkata dengan nada bercanda tentang penculikan. “Jika Anda tidak menemukan saya, maka mereka telah membawa saya ke Riyadh. Lakukanlah sesuatu,” ujar rekan tersebut, menirukan ucapan Pangeran.

Pangeran Sultan diketahui telah mengajukan pengaduan pidana di Swiss terhadap sepupunya Pangeran Pangeran Abdulaziz bin Fahd, dan Menteri Urusan Agama Saleh Al Sheikh atas dugaan penculikan yang terjadi di Jenewa pada tahun 2003. Saat itu, kemunculan Pangeran Sultan menjadi perhatian publik ketika ia berjanji akan mengungkapkan korupsi yang terjadi di Kerajaan dan menyuarakan kepada publik untuk menuntut reformasi.

Pada tahun 2003, Pangeran diculik dan menghabiskan waktu 5 hari di rumah sakit karena komplikasi kesehatan, lalu kemudian ia ditempatkan di penjara Al Hai’r di bawah pengawasan yang ketat. Setelahnya, ia menjalani tahanan rumah selama beberapa tahun di Riyadh. Namun pada tahun 2010, ia berhasil melarikan diri.

Pangeran Sultan adalah anggota kerajaan ketiga yang menghilang tanpa penjelasan selama setahun. Sebelumnya, Pangeran Turki bin Bandar bin Mohammed bin Abdurahman al-Saud dan Pangeran Saud bin Saif al-Nasr bin Saud bin Abdulaziz al-Saud juga menghilang tanpa jejak karena sikap kritis yang ditunjukkannya kepada rezim Saudi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL