Teheran,LiputanIslam.com-Mantan menteri kebudayaan Iran, Ataollah Mohajerani, menceritakan saat pertemuan Saad Hariri dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Mohajerani dalam akunnya bercerita, dia mengiringi Saad Hariri dalam perjalanannya menuju Teheran, ibukota Iran, untuk menemui Ayatullah Khamenei. Pertemuan tersebut dilakukan pada November 2010.

“Sebelum bertemu dengan Ayatullah Khamenei, kami mengadakan rapat dengan Hariri sebagai perdana menteri Lebanon. Rapat itu diadakan di tempat persinggahan Hariri di Teheran. Dalam kesempatan itu, Hariri berkata, dia akan menyampaikan masalah persenjataan Hizbullah sebagai masalah utama Lebanon. Saya tidak menanggapi, namun keinginan Hariri didukung oleh para pengiringnya dari Lebanon.

“Ketika kami tiba, Ayatullah Khamenei menyambut hangat Hariri dan memeluknya. Beliau memuji usia muda Hariri dan kecerdasannya. Beliau juga menyebut-nyebut ayahnya, mendiang Rafik Hariri, dan banyak memuji Lebanon.

“Tiba-tiba beliau bertanya kepada Hariri,’Anda pernah membaca novel The Hunchback of Notre Dame (roman karya penulis Prancis, Victor Hugo,red)?

“Jelas bahwa Hariri belum pernah membaca novel tersebut. Dia hanya menggerakkan kepalanya, tidak jelas apakah dia sudah membaca atau belum. Ayatullah Khamenei lalu melanjutkan,’Roman ini menceritakan seorang wanita yang dilukiskan sangat rupawan. Dia adalah wanita tercantik di Paris. Jadi wajar jika dia menjadi rebutan banyak pria. Mulai dari gelandangan, pejabat, hingga orang-orang berpengaruh. Namun semua orang tahu bahwa wanita cantik itu …siapa namanya?’

“Tareq (menteri kebudayaan Lebanon saat itu) menjawab,’Namanya Esmeralda.’ Ayatullah Khamenei tertawa dan berkata,’Bagus, Anda memang seorang menteri kebudayaan.’

“Beliau melanjutkan,’Semua tahu bahwa Esmeralda selalu membawa sebilah belati yang sangat tajam. Dia tidak ragu menggunakannya jika ada yang bersikap kurang ajar kepadanya.’

“’Tuan Perdana Menteri, Lebanon ibarat wanita cantik itu; Lebanon adalah mempelai wanita Timur Tengah. Banyak pihak yang mengincar negara Anda. Israel adalah bahaya yang mengancam Lebanon. Bukankah mereka pernah menginjakkan kaki di Beirut dan membunuhi warganya?’”

“’Persenjataan kelompok muqawamah (Hizbullah) ibarat belati milik Esmeralda. Belati itu menakut-nakuti musuh dan tidak membiarkan mereka berbuat macam-macam,’kata beliau.

“Perbincangan terus berlanjut, namun Hariri tidak bicara sepatah katapun soal persenjataan Hizbullah. Usai pertemuan, saya bertanya kepada dia,’Kenapa Anda tidak bicara (soal Hizbullah)?’

“Dia menjawab,’Anda lihat bagaimana beliau mengendalikan arah pembicaraan. Bagaimana mungkin saya bisa mengutarakannya?’” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL