Paris,LiputanIslam.com-Pemerintah Prancis mengumumkan, pihaknya batal menghadiri konferensi ekonomi di Riyadh, Saudi. Keputusan ini diambil menyusul kian meluasnya aspek kasus hilangnya Jamal Khashoggi.

Dilansir dari kantor berita AFP, pengumuman sikap Paris ini disampaikan oleh Bruno Le Maire (menteri ekonomi Prancis) pada Kamis (18/10).

Konferensi investasi Saudi dikenal dengan sebutan “Davos di Gurun,” merujuk kepada rapat tahunan World Economic Forum (WEF) yang biasanya diadakan di Davos, Swiss. Konferensi ini diadakan di hotel Ritz-Carlton guna menarik para investor asing untuk menanam modal di proyek senilai ratusan milyar dolar Muhammad bin Salman.

Beberapa bulan lalu, hotel yang sama digunakan putra mahkota Saudi untuk menahan para pangeran kerajaan yang dituduh melakukan “korupsi.”

Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) kemarin juga menyatakan absen di konferensi Riyadh. Sebelum itu, Christine Lagarde mengumumkan, dirinya akan tetap hadir, kendati ada sejumlah laporan menakutkan dari Turki soal terbunuhnya Khashoggi. Namun, pada Rabu (17/10) jubir IMF menyatakan, kunjungan Lagarde ke Timur Tengah telah dibatalkan sepenuhnya.

Setelah CEO sejumlah korporasi besar AS seperti Google, Ford, Bank JP Morgan, dan selainnya, Lagarde adalah salah satu tokoh ekonomi dunia yang batal menghadiri konferensi Riyadh. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*