Damaskus,LiputanIslam.com—Kabar mengejutkan kembali datang dari Suriah. Para teroris yang masih berada di negara itu, kembali melakukan aksi brutalnya yaitu mencuri jenazah mantan pejabat pemerintah Suriah dan kemudian menjualnya ke pasar gelap.

Direktur Jenderal Forensik Suriah, Zaher Hajo, melaporkan bahwa aksi vandalis para teroris ini benar-benar telah mengejutkan orang-orang Suriah. Hajo mengatakan bahwa kuburan yang menjadi target para teroris ini adalah kuburan mantan pejabat pemerintah Suriah. Menurut Hajo, motifnya kemungkinan untuk balas dendam dan perlawanan kepada pemerintah Suriah.

“Setiap hari kami menerima laporan warga Suriah tentang pencurian makam tokoh terhormat atau para pejabat,” ucap Hajo, seperti yang dilansir Sputnik pada Kamis (5/7).

Petugas setempat kerapkali menemukan makam-makam yang kosong tanpa jenazah.

“Alasan utama tindakan ini adalah perlawanan pada pemerintah Suriah dengan cara merampok jenazah-jenazah mantan pejabat. Kadang, aksi ini dilakukan dengan sangat berlebihan, karena jenazah hasil curian itu kemudian dijual di pasar gelap,” Jelas Hajo.

Hajo melanjutkan bahwa dirinya pernah juga menerima laporan pencurian makam politisi yang disegani di Provinsi Aleppo. Politisi ini disegani karena kesopanan dan keluhuran akhlaknya. Tokoh ini telah meninggal enam tahun lalu. Malangnya, daerah tempat tokoh ini dimakamkan telah dikuasai oleh para teroris.

Para teroris Front al-Nusra, ISIS, dan berbagai kelompok teroris lainnya seringkali menodai sakralitas makam-makam di Suriah. Tak hanya mencuri, para teroris juga tak segan menghancurkan makam-makam tersebut dengan buldoser. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*