ABCBaghdad, LiputanIslam.com –Dua bom kembali meledak di Irak, yang menewskan 30 orang dan melukai 80 orang lainnya. Ledakan terjadi di wilayah barat ibukota Irak dan distrik Khadimiyah.

Kadhimiyah, adalah distrik yang sebagian besar warganya merupakan Muslim Syiah. Pada Rabu kemarin (11/5/2016), sebuah bom mobil meledak di pintu masuk ke alun-alun Khadimiyah, yang menelan korban jiwa 18 orang, dan 5 orang diantaranya adalah polisi.

Bom mobil kembali meledak di Jalan Al Rabi, Baghdad, yang menewaskan 12 orang, dan 46 orang menderita luka-luka.

Kelompok takfiri Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas dua serangan tersebut.

Sebelumnya, masih di hari yang sama, ISIS telah menyerang kota Sadr di lingkungan pasar yang ramai, dan korban tewas yang tercatat saat ini bertambah, mencapai 63 orang. (Baca: Bom Mobil ISIS Hantam Irak, 60 Orang Tewas)

ISIS semakin aktif melakukan serangan di lingkungan yang dihuni warga sipil akhir-akhir ini. Disinyalir, tindakan ini diambil karena kelompok teroris ini frustasi atas masifnya perlawanan terhadap ISIS baik di Irak maupun Suriah.

Juru bicara pemerintah Irak, Saad Al-Hadithi, menyebut bahwa teritorial yang dikontrol ISIS di Irak saat ini menurun secara signifikan.

“Kontrol ISIS terhadap wilayah Irak terus menurun. Dua tahun lalu mereka sempat mengontrol 40% dari wilayah Irak, namun kini hanya tinggal 14%,” jelasnya, seperti dilansir Press TV (12/5/2016).

Meski ancaman serangan terus menghantui, namun hal itu tidak menyurutkan pasukan gabungan Irak untuk melakukan operasi militer. Kerjasama yang solid antara Tentara Irak dengan pasukan populer, sebagaimana yang dilaporkan Al Forat, berbuah kemenangan manis. Pada Rabu, (11/5/2016), dua desa di kota Khan Al-Baghdadi berhasil direbut dari ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL