Ledakan di Irak 6 MAretBaghdad, LiputanIslam.com — Ledakan bom di masjid daerah Radwaniyah, Irak, telah menewaskan setidaknya sembilan orang, dan 25 orang lainnya menderita luka-luka. Pihak keamanan setempat menyebut bahwa bomber menggunakan rompi peledak saat melakukan aksinya, seusai digelar shalat Jumat sebagaimana dilansir Press TV (22/4/2016).

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun biasanya, teror serupa ini sering dilakukan oleh kelompok ekstremis ISIS, juga Al Qaeda dan turunannya.

Irak telah tenggelam dalam konflik berdarah-darah sejak beberapa tahun terakhir. Misi PBB untuk Irak mengungkap, ada 1.119 warga Irak yang tewas, dan 1.561 luka-luka dalam aksi terorisme dan kekerasan yang terjadi pada bulan Maret lalu. Jumlah korban sipil yang jatuh sebanyak 575, sementara sisanya adalah anggota pasukan keamanan Irak. Sebagian besar korban, tewas dalam serangan yang terjadi di ibu kota Irak, Baghdad.

Apalagi sejak masuknya dan bercokolnya ISIS di Mosul pada bulan Juni 2014, kekerasan di negara tersebut semakin menjadi-jadi. Kelompok ekstremis ini melakukan kekejaman tanpa pandang bulu. Kaum Sunni, Syiah, Kurdi, Kristen, Yazidi, tidak ada yang luput dari sasaran kekejaman.

Pengeboman terhadap masjid di Irak bukanlah yang pertama kalinya terjadi, dan tak heran jika hal ini mengundang keprihatinan dari netizen.

“Para pembunuh itu harus ingat. Dia yang membunuh satu jiwa, maka ia telah membunuh seluruh ummat manusia. Dan dia yang menyelamatkan satu jiwa, maka ia telah menyelamatkan seluruh ummat manusia. Sesama Muslim adalah saudara, tidak peduli darimana Anda berasal. Bagaimana bisa seorang Muslim membunuh Muslim lainnya? Mereka para pembunuh tidak mengerti sama sekali. Hanya karena perbedaan mazhab, Anda membunuh saudara Anda sendiri. Apakah Anda mengira hal itu merupakan perbuatan yang baik?” tulis @arraz. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL