Washington,LiputanIslam.com-Beberapa hari setelah Turki mengirim rekaman suara pembunuhan Jamal Khashoggi ke sejumlah negara Barat, kini AS mengutarakan versi mereka tentang rekaman tersebut kepada media.

Presiden Turki pada tiga hari lalu mengatakan, kaset itu direkam di konsulat Saudi di Istanbul.Erdogan mengaku telah mengirimkannya kepada pemimpin Saudi, AS, Jerman, Prancis, dan Inggris. Meski demikian, kemarin Prancis mengaku belum menerima kiriman tersebut.

Para pejabat Turki secara resmi berulangkali menyatakan, Khashoggi dibunuh atas perintah langsung dari salah satu pejabat tinggi Saudi. Melihat bahwa kritik-kritik Khashoggi di akhir-akhir hidupnya tertuju kepada Muhammad bin Salman, banyak pihak yang berspekulasi bahwa instruksi itu berasal darinya.

Keberadaan tujuh pengawal pribadi Bin Salman dalam tim pembunuh yang terdiri dari 15 orang, kian menguatkan spekulasi di atas.

Penasihat keamanan nasional AS mengatakan, pihak-pihak intelijen negaranya telah mendengarkan rekaman yang dikirim Erdogan. Namun, menurut John Bolton, rekaman itu tak menunjukkan keterlibatan putra mahkota Saudi.

Sebelum ini, New York Times mengabarkan, usai Khashoggi dihabisi, seseorang dari tim pembunuh menelepon pimpinannya dan mengatakan “kabari atasanmu.” Menurut NYT, “atasan” itu adalah Bin Salman.

Kepada Wall Street Journal, Bolton mengakui dia sendiri belum mendengarkan rekaman tersebut. Namun, menurut mereka yang telah menyimaknya, isi rekaman itu tidak mengungkap hubungan Bin Salman dengan pembunuhan Khashoggi.

“Kami membantah semua laporan yang mengaitkan putra mahkota Saudi dengan kejadian ini, atau yang menyatakan dia mengetahui peristiwa tersebut,”ujar Bolton. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*